Disadari atau tidak, matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memilik pengaruh yang amat besar dalam kehidupan manusia.

Betapa tidak, ini terlihat dari bagaimana orang-orang dapat menyelesaikan berbagai macam persoalan yang ada dengan konsep dan pemikiran matematika. Misalnya menentukan luas tanah, menjumlahkan harga dari setiap transaksi, mengukur jarak, dan lain sebagainya.

Beberapa ahli berpendapat bahwa matematika pada hakikatnya adalah sistem aksiomatis atau dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian. Sebagai suatu sistem aksiomatis, matematika memuat komponen-komponen dan aturan pengerjaan yang dapat menjalin hubungan secara fungsional antar komponen, dan itu bersifat sistematis.

Matematika untuk anak

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh PISA (Program Internationl for Student Assessment) pada tahun 2018, menunjukan bahwa kemampuan siswa di Indonesia pada bidang matematika masih sangatlah kurang. Dari 79 negara yang disurvey, Indonesia berada diurutan ke-73.

Data ini menunjukan bahwa pelajaran matematika masih menjadi persoalan besar dalam pendidikan di Indonesia yang harus segera dicarikan solusinya.

Baca Juga: Pentingnya Les Privat untuk Anak! 7 Pelajaran yang Umum untuk Bimbingan

Suksesnya kemampuan matematika seseorang sangat dipengaruhi dengan penguasaan matematikanya sejak dasar.

Meski matematika bukanlah kemampuan yang diperoleh secara instan, namun ini dapat diperoleh melalui proses latihan yang dilakukan secara berkelanjutan mulai dari yang sederhana menjadi yang lebih kompleks.

Oleh sebab itu, anak-anak  perlu diperkenalkan atau bahkan diajarkan matematika sedari dini demi mengasah kemampuan berhitungnya. Sebab, matematika adalah salah satu mata pelajaran yang dipelajari secara formal oleh anak. Terutama ketika si kecil memasuki jenjang sekolah dasar (SD)

Cara Mudah memahami rumus matematika SD

Bagi sebagian besar pelajaran matematika itu rumit. Nah, menurut Anda tidak? Dengan metode pembelajaran yang tepat dan menyenangkan, rumus matematika sd bisa dibuat dengan mudah.

Menguasai rumus matematika memiliki banyak keuntungan. Harus disadari bahwa rumus matematika bermanfaat untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Setidaknya kita tidak perlu menggunakan kalkulator.

Bagaimana Cara Mudah Memahami Rumus Matematika SD?

Lantas bagaimana caranya agar anak-anak kita memahami rumus matematika? Berikut empat tips dari guru rumus matematika SMPN 10 Batang Hari Jambi, Ratih Hermiyati, yang juga fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation, sebuah organisasi filantropi keluarga mandiri yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto tepat pada tahun 1981.

1. Senang dengan Rumus matematika

Anda ingin memahami rumus matematika? coba bahagia dulu. Buang ketidaksenangan Anda. Meskipun aku temanmu.

Siapa tahu yang tadinya benci menjadi cinta. Kuncinya bahagia dulu, tidak bisa dipaksakan, itu modal awal kita belajar rumus matematika, kata Ratih

2. Pahami konsepnya, jangan hapal rumusnya

Belajar rumus matematika tidak seperti mempelajari ilmu-ilmu lainnya. Selain rumus, dalam rumus matematika juga terdapat konsep.

Bingung? Mari kita buat menjadi jelas.

Menurut Ratih, memahami konsep adalah memahami alur untuk menemukan rumus. Dia  mencontohkan, misalnya, Intan mampu membawa empat batu sebanyak lima kali.

Jadi model rumus matematikanya adalah 5 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 +4. Lain halnya jika Andi mampu memberikan 5 batu sebanyak 4 kali, maka model rumus matematikanya adalah 4 × 5 = 5 + 5 + 5 +5.

3. Rajin Mengerjakan Soal Latihan

Setelah mempelajari suatu konsep, guru sering memberikan pertanyaan. Pelajaran rumus matematika identik dengan soal.

Jadi, agar Anda menjadi lebih mahir, sering-seringlah berlatih sendiri. Ini akan meningkatkan mahir.

Dengan membiasakan mengerjakan soal akan membuat kalian semakin terasah, tambah Ratih. Nah, cobalah, itu pasti akan membantu Anda memahami rumus matematika dengan lebih mudah.

4. Bertanya Jika Anda Tidak Mengerti

Malu nanya sesat di jalan, begitu pepatah yang kamu dapat dari guru di sekolah. Ada benarnya, termasuk saat belajar rumus matematika. Jika Anda menahannya, Anda tidak akan bisa.

Baca Juga: Bahasa Inggris untuk Anak: Panduan Belajar hingga Mahir

Contoh Soal Matematika SD

Belajar Matematika SD dapat menjadi pengalaman yang sangat mengasyikkan. Sebab, siswa mulai mengenal bilangan dan penjumlahan melalui gambar, hewan, buah, dan benda sehari-hari.

Salah satu contoh soal Matematika SD adalah menulis lambang angka 1 sampai 20. Anda bisa membuat angka 1 sampai 10 dengan pulpen, lalu ulangi ke samping sampai 5 kali dengan pensil tipis.

Di bagian pensil, ajaklah siswa untuk menebalkan huruf untuk membiasakan menulis angka.

Untuk memahaminya, gabungkan juga gambar dengan angka. Misalnya, tulis angka 2 dan gambar 5 ekor ayam.

Kemudian, ajaklah siswa untuk membuat daftar 2 ekor ayam untuk melatih mereka memahami nilai angka 2. Anda juga dapat menggambar benda-benda sederhana seperti sendok, mangkuk, lonceng, gelas, garpu, sapu, dan lain-lain.

Di kelas 1 SD, siswa juga dapat belajar penjumlahan dan pengurangan sampai dengan angka 20. Soal yang dapat diberikan adalah menghitung dua himpunan benda yang sama dengan kepemilikan yang berbeda, atau dua himpunan benda yang berbeda.

Seperti Apa Contoh Soal Matematika SD?

Di bawah ini adalah nama-nama teman kelas 1 A. Mereka memakai kaos bernomor.

  • Tika memakai baju nomor 26
  • Yama memakai baju nomor 21
  • Tamu memakai T-shirt nomor 24
  • Nadia memakai baju nomor 23
  • Susi memakai kaos nomor 27
  • Ruli memakai baju nomor 28
  • Laras memakai T-shirt nomor 30
  • Sela memakai baju nomor 22
  • Arif memakai kaos nomor 25
  • Rudi memakai nomor punggung 29

1. Tuliskan nomor baju dan nama teman dari kelas 1A. Urutkan dari angka terkecil!

Penyelesaian:

Urutan nomor baju dan pemakainya dari jumlah terkecil adalah

  • 21 Yama
  • 22 Sela
  • 23 Nadia
  • 24 Tamu
  • 25 Arifin
  • 26 Tika
  • 27 Susi
  • 28 Ruli
  • 29 Rudi
  • 30 Laras

2. Tuliskan nomor T-shirt dan nama teman dari kelas 1A. Bedanya, urutan bilangan terbesar!

Penyelesaian:

Urutkan jumlah baju dan pemakainya dari yang terbesar yaitu

  • 30 Laras
  • 29 Rudi
  • 28 Ruli
  • 27 Susi
  • 26 Tika
  • 25 Arifin
  • 24 tamu
  • 23 Nadia
  • 22 Sela
  • 21 Yama

3. Ibu memiliki buah jeruk sebanyak 10 buah, lalu Ibu membeli lagi 8 buah jeruk. Berapa jumlah buah jeruk yang diperoleh Ibu?

Penyelesaian:

Soal di atas adalah contoh soal penjumlahan. Oleh sebab itu, cara penyelesaiannya adalah menambahkan angka 10 dan angka 8. Maka, jumlah buah jeruk Ibu sekarang sebesar 18 buah.

4. Hitunglah persamaan dibawah ini:

27 + n = 57, berapa nilai n?

Penyelesaian:

Untuk menjawab soal tersebut, cara termudah untuk mengerjakannya dengan memindahkan 27 ke ruas sebelah kanan untuk menemukan nilai n.

27 + n = 57

n = 57 – 27

n = 30

Maka, nilai dari n yaitu 30.

5. Joni mendapat uang saku dari ayahnya berupa satu lembar uang seribu rupiah dan dua buah uang logam lima ratus rupiah. Berapakah jumlah uang saku Joni?

Penyelesaian:

Soal di atas merupakan penjumlahan dan perkalian uang yang diperoleh Joni dari Ayahnya. Oleh sebab itu, cara menuntaskan dari soal di atas adalah sebagai berikut:

1 lembar uang seribu + 2 logam uang lima ratus

1.000 + 2 (500)

1.000 + 1.000 = 2.000

Share

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Leave a Reply

Your email address will not be published.